Umrah Keluarga – Raudhah

Salam semua,

Kali ni nak kongsikan dengan semua tentang Raudhah. Ini ada Ajue ambil dari blog http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/konsultasi-haji/14/10/02/nctjmd-inilah-keutamaan-raudhah

 

Raudhah itu artinya “taman’ yang menggambarkan kesejukan dan kenikmatan. Raudhah yang dimaksud di sini tentu adalah area antara rumah dengan mimbar Nabi sebagaimana hadis shahih Riwayat Bukhari “maa baina baitii wa minbarii raudhoh min riyaadhil jannah, wa minbari ‘alaa haudhii” (antara rumahku dan mimbarku adalah raudhoh (yaitu) taman dari surga, dan mimbarku di atas kolam).

Status “taman surga” inilah yang memotivasi jamaah untuk berburu tempat di depan kiri Masjid Nabawi ini. Shalat dan berdoa.

Di dalam Raudhah terdapat enam tiang bersejarah, yaitu “Tiang Utusan” yang digunakan Nabi dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang. “Tiang Pengawal” tempat berdirinya para pengawal Nabi. “Tiang Tempat Tidur” yang merupakan tempat Nabi tidur selama i’tikaf.

“Tiang Abu Lubabah” yaitu tiang tempat Abu Lubabah mengikatkan diri karena menyesal telah  membocorkan rahasia kepada orang yahudi. “Tiang Aisyah” yang diyakini ditunjuk Aisyah sebagai tempat Rosulullah mengimami shalat berjamaah.

“Tiang Mukholaqah” tempat bersandar Nabi ke batang pohon kurma saat khutbah jum’at. Di samping itu di Raudhoh ada juga “Mihrab Nabi”. Adapun Rumah Nabi berdampingan dengan Masjid. Kini rumah ini menjadi makam Rasulullah SAW beserta dua shahabatnya Abubakar Shiddiq dan Umar Ibnul Khattab.

Secara khusus tidak ditemukan dalil tentang keutamaan shalat atau berdo’a di Raudhoh selain pernyataan Rosulullah SAW dalam Hadits Riwayat Bukhori di atas. Namun fakta yang terjadi tempat antara “rumah” dan “mimbar” ini telah menjadi “rebutan jama’ah” yang fenomenal. Rumah adalah tempat bernaung dan beristirahat. Tempat elemen keluarga membina harmoni berumah tangga. Suami dan istri saling mencintai dan menyayangi sambil membesarkan putera dan puteri buah hati keduanya.

Sementara Mimbar adalah arena perjuangan. Dari mimbar diserukan ajakan untuk beriman kepada Allah, beribadah dengan tekun, dan berjuang memuliakan agama Allah. Dari mimbar Nabi membangun negeri agar warganya sejahtera dan berkah dalam limpahan rahmah dari Allah. Mencegah perilaku rendah dan nista yang menyebabkan mereka menerima murka dan adzab. Mimbar adalah tempat untuk melakukan perjuangan da’wah. Antara “rumah” dan “mimbar” ada “taman surga”.

Semangat jamaah untuk shalat dan berdo’a di Raudhoh memang hal yang bagus dan wajar,  asal saja mereka tidak saling menyakiti. Areanya terbatas. Kunci keberhasilan ibadah dan kabulnya doa bukan semata ditentukan oleh tempat tertentu seperti Raudhah, akan tetapi di bagian manapun dari Masjid Nabawi kita beribadah, insya Allah menjadi tempat yang baik dan makbul do’a. Syaratnya kita beribadah atau berdoa dengan  tatacara yang benar dan dengan kekhusyuan yang tinggi.

Kami kaum Hawa masuk Raudhah pada hari kedua semasa di Madinah. Dibantu oleh mutawif wanita yang di khaskan oleh pihak Zahafiz. Manakala yang lelaki cubaan petama tak berjaya masuk. Sebab bertoalk tolak sampai semua jemaah kena keluar. Dua kali rasanya cuba masuk tak lepas. Seba kesian kat Afiq kena himpit teruk. Last last kami ambik keputusan tinggalkan Afiq kat Ajue so boleh la diorang masuk walaupon bertolak tolak.

20151227_210253

 

Ni kawasan Raudhah perempuan

IMG-20151226-WA0004

 

Ni pulak kawasan bahagian lelaki. Alhamdullilah semua dapat saf depan.

IMG-20151227-WA0004

 

Okay, nak dijadikan cerita. Hari kedua terakhir di Madinah, Adlan nekad nak bawak Afiq masuk Raudhah. Sayang katanya kalau Afiq sorang saja yang tak dapat. Sebab Anis pon boleh masuk dan solat di dalamnya. Jadi diorang nekad nak bawak Afiq masuk. Alhamdullilah, sebaik sahaja masuk, Afiq di kepung oleh 4 hamba Allah yang tak tahu datang dari mana suruh Afiq solat. Dapat jugak Afiq akhirnya .. syukur.

IMG-20151227-WA0001

 

Haha , ni apa kes plak. Ni sebelum nak masuk Raudhah. Memang setiapkali tunggu Isyak, macam ni laaa si Afiq. Yang terharunya, Adlan sanggup melayan adik dia tak jemu jemu…

IMG-20151226-WA0011

20151225_104528

 

 

20151227_195636

 

Masa ni pulak Ajue dan Ecah dan Anis nak masuk Raudhah kali terakhr sebelum berangkat ke Mekah esoknya. Kami gamble jer masuk sendiri. Rupanya, nak masuk tu kena ikut giliran negara masing masing. Kalau Malaysia ni, kena cari papan tanda Bahasa Melayu sebab yang akan bawak masuk nanti akan berbahasa Melayu. Jadi senang la kami nak ikut setiap arahan yang mereka bagi.

Masa tulis entry nih, teringat ingat lagi keadaan dalam Raudhah… rindunya…. Ya Allah.. murahkanlah rezeki kami lagi untuk ke sana, untuk menunaikan fardu Haji pula secepat yang mungkin.. inysaAllah…Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *